For Kate Middleton‘s first public appearance after giving birth on Monday, the 36-year-old Duchess chose yet another outfit that pays homage to her late mother-in-law, Princess Diana.

Her post-baby look, a bright red Jenny Packham shift with a white lace collar, is strikingly similar to a dress that Diana, Princess of Wales, wore in 1983 during an official visit to Canada with her husband, Prince Charles. From both dresses’ knee-length hemlines, cropped sleeves, and white collars to the shared choice of pearl earrings to the sapphire engagement ring passed from one royal to the other, there’s a lot the two looks have in common.



This isn’t the first time the Duchess of Cambridge has paid tribute to Princess Diana post-delivery: After she gave birth to Prince George in July 2013, many were struck by how Middleton’s polka-dotted blue dress (also by Jenny Packham) resembled the one Diana wore after having Prince William in 1982.



Prince William and Middleton‘s third child faced the world for the first time Monday afternoon. The happy couple showed off their latest addition in front of St. Mary’s Hospital in London. The new prince joins brother Prince George, 4, and sister Princess Charlotte, 2.

https://pge.sx/2HZhzfr


Mimpi..kita semua memang butuh buat bermimpi…karena mimpi itu seperti sebuah keinginan, yang suatu saat akan kita kejar…sampai akhirnya bisa terwujud…

Percaya atau tidak menjadi relawan di Kementerian Keuangan Mengajar 2 sudah menjadi keinginan saya sesaat setelah selesai kegiatan Kementerian Keuangan Mengajar 1 tahun lalu. Bisa menjadi relawan pengajar di SDN Mangga Dua Selatan 01 Jakarta saat itu memberikan kenangan yang seruuu dan manis. Maniis sekali…

Betapa tidak, saat itu saya masih bertugas di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Seingat saya, saat itu memang hanya ada 6 lokasi KM1…dan saya tidak mengisi lokasi di mana ingin menjadi relawan pengajar. Sejujurnya dalam benak saya menjadi relawan pengajar itu seperti kegiatan para relawan di Indonesia Mengajar yang harus menyeberangi pulau untuk mengajar.

Ternyata saya mendapat lokasi di Jakarta. Karena belum pernah punya pengalaman mengajar anak-anak inilah yang membuat saya bersemangat untuk menghadiri briefing KM 1 di Jakarta beberapa minggu sebelum the D day.

Mendapat pembekalan tentang bagaimana mengajar anak-anak dan bergabung dengan sesama relawan, membuat semangat saya makin menggebu. Bergabung di KM Jusuf Wibisono mendapat lokasi mengajar di SDN Mangga Dua Selatan 01 Jakarta. Saya bisa merasakan semangat yang sama diantara para relawan.

Minggu depannya saya kembali terbang ke Jakarta untuk berkumpul degan kelompok KM Jusuf untuk memantapkan rencana mengajar. Keakraban di kelompok ini sangat terasa, sehingga saat hari pelaksanaan semua bersemangat, bahagia dan semangat itu terjaga bahkan sampai hari refleksi 2 minggu kemudian di Jakarta.

Keseruan, kebahagian dengan para siswa dan sesama relawan terutama teman sekelompok membuat saya bertekad ingin menjadi relawan di KM 2 nanti. Rasa lelah, potongan absen, perjalanan panjang Painan-Jakarta ketika beraktivitas di KM 1, tergantikan dengan kepuasan saat bisa berbagi inspirasi dengan para siswa yang tersenyum, fasilitator yang baik hati, dan teman sekelompok yang sudah seperti keluarga…

Ketika mengisi aplikasi permohonan menjadi relawan di KM 2, saya memilih lokasi Ternate. Menanti pengumuman KM 2 rasanya lebih deg-degan dibanding menunggu hasil assesment. Apalagi pengumuman relawan KM 2 ternyata diundur.

Alhamdulillah saya diterima menjadi relawan di KM 2. Dan perjuangan buat menjadi relawan di KM 2 pun dimulai…

Jarak antara Bandung ke Ternate setelah saya cari tahu melalui Google adalah 3.563 km dengan waktu tempuh 110 jam 8 menit. Tentu saja pada keyataannya tidak selama itu waktu tempuh yang saya jalani untuk menuju kota Ternate.

Sabtu malam 21 Oktober pukul 19.35, dengan menggunakan kereta Parahyangan, saya menuju Jakarta dan tiba di Gambir pukul 23.00. Saya mengambil penerbangan Minggu dini hari pukul 01.30. Beruntung di tahun 2017, kami sudah diperbolehkan cuti satu hari sehingga tidak perlu memikirkan potongan absen sehari pasca KM 2.

Tiba di minggu pagi dengan perbedaan waktu 2 jam dari Bandung, tidak sempat membuat saya jetlag karena langsung terkesan dengan pemandangan Ternate yang indah. Tidak terbayangkan saya bisa sampai di pulau yang dulu hanya saya bisa baca di buku pelajaran SD dan SMP.

Briefing dengan teman-teman relawan KM Ternate yang selama ini hanya berkomunikasi via media sosial berlangsung seru. Ternyata bukan hanya saya yang berasal dari luar Ternate. Sepuluh relawan lainnya berasal dari Jakarta, Klaten, Kupang, Bitung, Labuha, Tidore dan Sanana. Kami mendapat pembekalan dari praktisi pendidikan psikologi mengenai cara menghadapi para siswa nantinya. Sungguh sebuah pembekalan yang sangat berarti.

Hari Minggu terasa cepat berlalu, sampai akhirnya tiba saat pelaksanaan KM 2 di SDN 02 Ternate.

Memilih lokasi KM 2 di Ternate, bukannya tanpa alasan. Pengalaman berbagi inspirasi dan tersenyum bahagia bersama para siswa SDN Mangga Dua Selatan 01 di Jakarta membuat saya ingin juga para siswa yang berada jauh dari pusat pemerintahan ini merasakan hal yang sama. Dan bayangan saya ternyata tidak sepenuhnya tepat.

Tiba di SDN 02 Ternate kami disambut layaknya tamu penting dengan Tari Soya-Soya oleh para siswa. Para guru, orang tua siswa dan bahkan Dinas Pendidikan Kota Ternate telah siap mendukung aktivitas KM 2 ini. Ketika di kelas para guru dengan sigap menawarkan apabila kita membutuhkan laptop dan infocus sebagai alat bantu mengajar. Bahkan di akhir kegiatan ini, kami dijamu dengan makanan lezat yang telah disiapkan para orangtua siswa. Hal-hal seperti inilah yang tidak saya temukan di Jakarta.

Tidak perlu ditanyakan bagaimana reaksi para siswa SDN 02 terhadap kegiatan KM 2 ini. Para siswa bersemangat mengikuti semua aktivitas, dari mulai upacara, senam dan ice breaking di lapangan, belajar di kelas dan penutupan. Terik panas kota Ternate tidak mempengaruhi semangat semua yang terlibat dalam kegiatan KM 2 ini.

Rangkaian aktivitas KM 2 ditutup dengan acara Refleksi pada siang harinya. Bila tidak dibatasi waktu, rasanya tidak habis-habisnya para relawan berbagi pengalaman mengajar sehari di sekolah. Tidak hanya para siswa yang terinspirasi, justru kami para relawan yang terinsipirasi oleh para siswa dan guru-guru.

Seperti candu, saat itu juga saya ingin bergabung di KM 3, 4, 5 dan seterusnya di berbagai tempat di nusantara ini . Insyaa Allah..

Terimakasih telah mengijinkan saya menjadi bagian dari Kemenkeu Mengajar untuk menunjukkan kecintaaan terhadap penerus bangsa dan berbagi.

Sehari menginspirasi, seribu mimpi akan terwujud

Kemenkeu Mengajar..Dari Kami Untuk Negeri


Bandung 15, November 2017

Effi Maulani

Relawan KM Ternate 2017
This journal is private. To view, please click here to log in.


Selalu ada yang pertama buat memulai. Meskipun keinginan buat bikin blog, atau web atau apapun namanya itu udah dari lamaaa banget. Dulu sih sekitaran 2007 pernah juga bikin pake blog gratisan gitu, dan entah kenapa sekarang koq gada jejaknya ya.. haha… yaaa emaang…butuh konsistensi buat nulis, maintain dan yang jelas… emang pemalas aja…padahal….udah sangat banyak moment2 yang seharusnya bisa dicaptured…Buat dibikin pelajaran, apalagi kalo itu janji, atau sekedar buat diinget ajaa…sedikit menyesal sih….tapi…gada kata terlambat.

Soo.. let’s get started…. My web is going to tell you all the captured moments in my life that worth to be shared.. there are so many moments that I missed to shared in my social media for many reasons.. sometimes because I feel very sick that I cannot shared…and sometimes because my job as…you know…I am a public government…hmmm

My web will be divided as my current activity (which I can share of course), my interesting bout beauty, travelling, photography, healthy living (ha..)…and throw back time that will tell all bout what happened back than..
Test
Calendar
Mo Tu We Th Fr Sa Su
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5 6
July 2018
Links
Custom boxes can be added via the control panel.